Feminisme di Balik Lembar Sastra: Kajian Novel Indonesia Modern
JUDUL :
Feminisme di Balik Lembar Sastra: Kajian Novel Indonesia Modern
PENULIS :
Dr. Maria Ulviani, S.Pd., M.Pd.
SINOPSIS :
Buku ini menggali hubungan antara sastra Indonesia modern dan gerakan feminisme, fokus pada bagaimana karya sastra menjadi alat perjuangan perempuan dan promosi kesetaraan gender. Kajian ini menyoroti pembebasan intelektual dalam sastra melalui perspektif pedagogi feminisme, mengungkap bagaimana pengarang perempuan dan tokoh perempuan dalam novel Indonesia membangun narasi pembebasan dari patriarki. Karya sastra juga digunakan untuk meningkatkan kesadaran kritis mengenai ketidaksetaraan gender dan menjadi sarana pendidikan untuk mendorong kesetaraan.
Buku ini terdiri dari berbagai bab yang membahas dampak sastra terhadap gerakan feminisme. Bab pertama membahas bagaimana novel menggambarkan perjuangan perempuan untuk pendidikan dan kebebasan dari struktur sosial yang menindas. Bab kedua mengungkapkan bagaimana sastra berperan dalam pembebasan intelektual perempuan dan mempengaruhi wacana sosial mengenai hak-hak perempuan. Bab ketiga membahas langkah-langkah untuk memperdalam kajian feminisme dalam sastra dan kontribusinya terhadap teori feminisme.
Bab keempat mengulas penerapan feminisme dalam pendidikan sastra dan dampaknya terhadap kesadaran gender, sementara bab kelima menyoroti bagaimana novel feminis dapat menjadi sumber pembelajaran yang menginspirasi siswa untuk berpikir kritis tentang gender. Bab keenam membahas aspek etika dan estetika dalam novel Indonesia yang menyampaikan pesan feminisme. Bab ketujuh menganalisis nilai-nilai feminisme dalam sastra dan pengaruhnya terhadap budaya yang lebih inklusif dan adil gender.
Bab terakhir menekankan kontribusi praktis dan teoretis gerakan feminisme Muhammadiyah dalam pembelajaran sastra, serta bagaimana nilai-nilai Muhammadiyah memperkaya perspektif feminisme dalam pendidikan. Buku ini memberi wawasan tentang bagaimana sastra, feminisme, dan pendidikan saling terhubung dan berfungsi sebagai alat perjuangan kesetaraan gender serta pemberdayaan perempuan.